Menulis

Posted by in Daily Life

Kayaknya ini bukan pertama kali gw nulis tentang menulis. Sore ini iseng liat Entahlah…, baca komentar-komentar di tulisan Tentang ARIMA. Tulisan ini dibuat akhir 2007. lebih dari enam tahun yang lalu dan sesekali masih ada yang kesasar ke tulisan ini dan nulis komentar. Mungkin ini salah satu tulisan terlaris yang pernah gw buat atau mungkin malah yang terlaris diantara banyak blog post di berbagai blog yang gw punya.

Baca beberapa tulisan lain di Entahlah… kadang ketawa-ketawa sendiri liat tulisan gw jaman kuliah, meskipun udah kuliah tulisannya ternyata masih lugu ya, ada beberapa tulisan yang penuh dengan emosi, ada yang gak jelas, tapi setidaknya waktu itu gw berusaha untuk nulis apapun itu.

Sekarang? jarang banget nulis, kalau ide nulis masih cukup banyak tapi ya seperti biasa di tunda, ceritanya diolah diotak tapi ya karena gak di catat, gak didraft diblog atau dimana gitu ya hilang begitu saja. Besok lagi muncul akan mengalami siklus yang sama. Maaf ya ide-ide yang terserak.

Kadang alasanya mencari momen yang tepat. Ada saat yang terlalu emosional sehingga akan lebih baik kalau didiamkan terlebih dahulu sehingga ceritanya bisa dituliskan leih baik tapi setelah emosi menurun malah kerjaan banyak atau ada saja yang menghalangi dan kemudian lupa.

Akhir 2010, WordPress mengumumkan program Daily Post yang masih jalan sampai sekarang, dan saya pun bilang mau ikut. Tapi ya rencana tinggal rencana, lewat pekan pertama dan kedua setelah tanggal 1 Januari jadwal rutin tersebut sudah dilupakan. Tahun 2012, 2013 dan bahkan 2014 ini gw berencana postaday juga, sebenernya sekarang lebih bebas, dalam arti karena ada beberapa blog gw bebas nulis dimana aja yang penting tiap hari nulis, bahkan sebenernya gak harus tiap hari nulis yang penting tiap hari ada tulisan baru disalah satu blog, kalau lagi gak sempat toh bisa di scheduled post kan? Ini mirip dengan resolusi gw tahun 2006.

Jaman SMA dulu, jaman internetan masih harus ke warnet gw punya log dalam bentuk buku, sort of diary tapi bukan yang model “Dear Diary, hari ini gw ketemu cewek cantikk banget”, bukan-bukan yang model gitu. Ada beberapa puisi (dan mungkin itu terakhir kali gw nulis puisi ya?), beberapa tulisan lepas tentang berbagai macam hal. Gak banyak karena ya seperti kebanyakan orang gw ngetik lebih cepet daripada tulis tangan, dan semua tahu bahwa kecepatan otak berpikir jauh lebih cepat daripada kecepatan ngetik orang dengan kecepatan ngetik paling tinggi sekalipun.

Hidup itu lebih indah ketika punya blog cuma satu ya, punya blog banyak maksud hati ingin mengumpulkan tulisan dengan tema yang sama disatu blog tersendiri tapi ada beberapa yang justru mirip, panji.web.id, Entahlah…, dan Melamun Sampai Mati sama-sama blog personal yang seharusnya dipake untuk menampung tulisan kayak tulisan ini tapi kadang jadi bingung mau dipost dimana? Kadang kepikiran OK kalau ide teknologi di tulis di panji.web.id kalau tulisan lain-lain di Entahlah atau Melamun Sampai Mati. Ngomong-ngomong, Melamun Sampai Mati itu dulu terinspirasi buku Om Prie GS Merenung Sampai Mati, ya betul Prie GS yang ini.

Jadi? mau nulis lagi setiap hari? mau #postaday? Entahlah, nanti kalau di woro-woro jadi resolusi hampir tengah tahun malah cuma jadi resolusi, cuma jadi janji dan tidak terealisasi. Biar mengalir saja tapi Bismillah semoga beberapa hari kedepan bisa lebih banyak dan jauh lebih banyak menulis. Tabik.