Pulang Jogja

Posted by in Daily Life

Pertengahan tahun 2000, gw mulai tinggal di jogja untuk menyelesaikan SMA. Masa-masa yang cukup indah meskipun tidak sepenuhnya, prestasi akademik gw menurun drastis dibanding dengan SD / SMP. Namun, gw percaya bahwa ada banyak pelajaran, pertemanan dan hal lain yang gw dapat dari tinggal di jogja. Jatuh cinta dengan jogja tentu, tapi tiga tahun dijogja kala itu membuat gw gak pengen melanjutkan kuliah di Jogja, waktu itu gw merasa udah bosan tinggal di jogja, tapi belakangan gw pikir ulang mungkin bukan jogja nya itu sendiri yang gw bosen tapi kost gw dijogja waktu itu yang membuat gw bosen. Terlebih memang waktu itu gw pengen pindah Bandung meskipun akhirnya terdampar di Semarang.

Sejak menggenapkan Din dengan Nok Riris Mei lalu, gw jadi sering pulang Jogja karena sampai pekan lalu nok masih kerja di Nasmoco Janti, Jogja. Dan ini pulang dalam arti yang sebenarnya, sebelumnya biasanya hanya main, ketika SMA di Jogja, pulang gw ke Cilacap. Meskipun masih tinggal di kost tapi tetap saja ketika gw ke jogja sejak Mei tahun ini adalah pulang, ketemu istri.

Jumat kemarin, 7 September 2012 Pulang ke Jogja terakhir untuk season ini. Nok Riris resmi mundur dari posisinya di Nasmoco Janti untuk ikut gw tinggal di Jakarta. Pulang Jogja sebenarnya menyenangkan, ada tempat untuk pulang, re-charge diri melepaskan dari penat Jakarta.

Biasanya gw pulang Jogja, Jum’at malem naik kereta, kenapa gak pesawat? karena dari kost ke bandara butuh sekitar sejam atau sejam setengah mungkin, ditambah faktor jum’at sore rasanya gak akan kekejar penerbangan jam 7 atau 8 dari Jakarta, plus harga tiket Pesawat kalau beli satu dua pekan sebelum berangkat pasti akan lebih mahal, tiket promo biasanya udah habis.

Sampai Jogja sabtu pagi, mandi, sarapan bareng istri tercinta, nganter istri ke kantor (Nok Riris hari sabtu masih masuk setengah hari sampai setengah satu), sembari menunggu istri pulang gw biasanya nongkrong di Essen. Ya, toko roti yang ada di gedong kuning itu. di lantai dua ada kafe, gw biasa nongkrong disana, pesen French Fries dan kopi.

Meskipun hanya weekend, tapi dua hari satu malam di Jogja itu selalu jadi wisata kuliner buat gw, meskipun itu adalah menu sehari-hari Nok, penyet dekat Pamela tiga, penyet Blok O (dekat house 140 blok O), Nasi goreng kambing di lempuyangan, capcay surabaya dekat JEC, dan sekali waktu itu akhirnya kami berdua mencoba Bebek Cak Koting di dekat Fly Over Lempuyangan.

Pulang Jogja juga jadi bisa ketemu Nok Unis, kadang gw sama Nok Riris ketemu Nok unis, kadang makan, kadang nonton, ya setidaknya menyempatkan untuk menghabiskan waktu bertiga. Kemarin sore. Kemarin sore makan bertiga di lela lele (depan bebek Slamet gejayan), ke amplaz, setelah magrib kita ke Kopi Joss dideket stasiun tugu dan diakhiri foto-foto narsis bertiga di jalan malioboro, ya seperti turis, kita bertiga foto-foto juga di Plang Jalan Malioboro 🙂

Gw nulis posting ini masih dalam perjalanan di Taksaka Pagi, udah lewat stasiun cikarang, sudah hampir sampai, Besok hari pertama Nok Riris tinggal di Jakarta, yang sabar ya nok nemeni Mas, dan semoga bisa betah di Jakarta dan dimanapun kita akan tinggal nantinya.

Jogja, We’ll miss you 🙂

Image courtesy of kangjava