Mengelola Layanan Operator Seluler

Posted by in Daily Life

Baca komentar di tulisan gw soal spam di IM3, gw jadi kepikiran andaikan bisa mengelola layanan yang kita gunakan di operator seluler dari satu web khusus. Minimal kita bisa login dengan nomor telepon dan memanage layanan kita disana, tau saldo pulsa, history telpon (dan SMS mungkin?), dan yang paling penting dari itu semua apa yang kita mau dan apa yang kita tidak mau.

Apa saja yang diatur dari layanan yang ada? paket apa yang kita gunakan sekarang dan bisa on off dengan mudah, kalau memang ada biaya tinggal kasi peringatan aja bahwa pulsa akan berkurang. Iklan apa yang mau kita terima, apakah kita mau menerima iklan dari operator? apakah kita mau menerima iklan dari partner operator (content provider), dan blocking nomor-nomor yang pernah mengirim spam ke kita.

Belakangan ini sering sekali orang iklan jual BB, iPhone dkk baik toko online maupun offline. Kalau yang iklan itu temen gw gak masalah, karena gw tau nomor dia dan juga sebaliknya. Kadang yang buat gw penasaran adalah ini orang dapet nomer gw dari mana? apakah random gitu dari nomor 001-999 tiga digit belakang? kecurigaan gue sih dari penjual pulsa yang nakal yang ngasi daftar nomer yang pernah beli pulsa. Tahun 2011 atau 2010 lalu gw pernah beli pulsa di deket kost nok Riris, waktu itu gw ikut tes kerja apa gitu di jogja, malemnya pas kembali ke Semarang dapet iklan warung es durian apa gitu dan lokasinya di jogja. Semoga dugaan gw salah tapi waktu itu gw langsung kepikiran habis isi pulsa di jogja jadi ini yang SMS dapet nomor dari penjual pulsa.

Mungkin ini cuma dialami gw yang gak terlalu mahir dengan layanan yang diberikan operator. karena harus SMS ke nomer sekian sekian sekian, reg, unreg dsb dan itu menurut gw ribet 😀 Tapi bisa memanage layanan dan memblokir spam atau apapun yang tidak kita inginkan untuk sampai ke HP itu akan sangat menyenangkan, apalagi kalau dari satu username kita bisa memanage beberapa nomor yang kita gunakan di satu operator. Namun, seperti kata Jin di iklan Djarum 76, “Ngimpiiiiiii……”