Menunda

Posted by in Daily Life

Lagi-lagi menunda. Kebiasaan lama yang belum hilang dan harus segera dihilangkan. Menunda itu memang menyenangkan untuk apapun itu, mulai dari nyari tiket kereta, “Besok-besok aja H-2 atau H-3 sebelum berangkat, toh gak peak season” sampai ke hal sepenting beasiswa.

Hari ini gw apply ke program Master EM-DMKM. Deadline nya tertulis tanggal 3 Januari 2012 dan gw baru nyadar ketika ngecek ulang tanggal 2. Hari itu juga kontak sworn translator dan tanya apakah bisa translate besok atau tidak dan alhamdulillah ada yang bisa. Keesokan harinya pas mau submit oh ternyata deadline tanggal 7 Januari dan ternyata ada halaman tambahan, jadi yang selama ini gw isi itu baru data pribadi dan masih harus ngisi halaman aplikasi yang ada rekomendasi, cover letter dan beberapa dokumen lain. OK akhirnya nabrak sana sini email Pak Harjum, Pak Imam dan Pak Syakir, dan beliau-beliau alhamdulillah baik hati mau memberikan rekomendasi.

Dari pagi nyambi-nyambi rewrite motivation letter dan setelah jumatan finishing pas mau submit gw cek ulang data personal termasuk attachment ijazah dll dan pas sampai lembar aplikasi deng deng deng. Negara api baru saja menyerang, status aplikasi yang awalnya scholarship only jadi bayar sendiri. Hmmmm padahal masih jam 2 siang. Ya sudah, Bismillah dan kirim aplikasi lalu kirim email ke committee EM-DMKM ngasi tau perubahan tiba-tiba itu. Ya semoga ALLAH ngasi jalan kalau memang beaisiswa dan program ini rezeki gw.

Cerita sama Nok Riris malah dimarahin “Mas ki kebiasaan mepet-mepet deadline, ya udah apply aja gpp semoga masuk”. I know I’m wrong. So, better preparation next time. Insya ALLAH dan jangan lagi menunda-nunda, kalau perlu sehari setelah aplikasi dibuka langsung submit (tentu semua disiapkan sebelumnya). Next destination MOSIG grenoble 🙂